Dalam beberapa ayat Allah memberikan isyarat dekat ketika menyebut Al-Quran, semisal Firman-Nya:
76. Sesungguhnya Al Quran ini menjelaskan kepada Bani lsrail sebahagian besar dari (perkara-perkara) yang mereka berselisih tentangnya. (An-Naml)
92. dan ini (Al Quran) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan Kitab-Kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al Quran) dan mereka selalu memelihara sembahyangnya. (Al-An’am)
155. dan Al-Quran itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, Maka ikutilah Dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat. (Al-An’am)
3. Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu, dan Sesungguhnya kamu sebelum (kami mewahyukan) nya adalah Termasuk orang-orang yang belum mengetahui. (Yusuf)
Dan beberapa ayat lainnya. Tetapi dalam sebuah ayat Allah memberikan isyarat jauh untuk Al-Quran, yaitu:
2. Kitab (Al Quran) itu tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (Al-Baqarah)
Cara menggabungkan antara beberapa ayat di atas ada beberapa bentuk:
1. Isyarat yang dekat adalah karena Al-Quran itu dekat dan hadir di pendengaran, lisan dan hati. Sedangkan isyarat jauh adalah karena jauhnya kedudukan Al-Quran dari ucapan makhluk dan aggapan sihir, syair, mantra dan dongeng legenda yang dikira oleh orang kafir.
Ini adalah pendapat yang dipilih oleh beberapa pakar sastra.
2. Dia adalah isyarat kepada kandungan Alif laam miim dan menggunakan isyarat jauh karena ucapan yang dituju telah berlalu masanya. Maknanya, secara hakikat Al-Quran itu dekat karena dekatnya terputusnya. Contoh lainnya ada dua orang yang bercakap-cakap, lalu suatu saat ada yang mengatakan, ‘Demi Allah, sesungguhnya itu seperti yang telah saya katakan’, dan mengatakan,’Demi Allah sesungguhny ini sebagaimana yang telah saya katakan’. Maka isyarat jauh digunakan karena ucapan telah berlalu dan isyarat dekat digunakan karena dekatnya belalu ucapan tersebut.
Ini adalah pendapat yang dipilih Ibnu Jarir Ath-Thabari dalam tafsirnya.
3. Orang Arab biasa memberikan isyarat jauh untuk sesuatu yang dekat. Maka ayat di atas pun menggunakan uslub bahasa Arab.
Pendapat terakhir ini dibawakan oleh Imam Bukhari dari Ma’mar bin Mutsanna, demikianlah yang dituturkan Ibnu Katsir.
Kesimpulannya, kabanyakan ahli Tafsir memaknai ayat kedua surat Al-Baqarah dengan isyarat dekat.
[Daf’u ihamil Idhritab ‘an Ayatil Kitab
