CHIP.co.id - CEO WhatsApp Jan Koum mengatakan perusahaannya lebih besar daripada Twitter, yang secara resmi mengklaim memiliki 200 juta pengguna aktif per bulan. Dengan pengguna ratusan juta orang, WhatsApp memproses 8 miliar pesan masuk dan 12 miliar pesan keluar setiap hari.
Kesuksesan itu telah menarik perhatian dari banyak perusahaan internet besar. Dalam waktu enam bulan belakangan saja, WhatsApp telah digosipkan diakuisisi oleh Facebook dan Google, meskipun hal itu telah dibantah keduanya.
Aplikasi WhatsApp cukup unik karena meski sudah sangat populer, ia tetap bebas dari iklan, tak seperti aplikasi pesan populer lainnya. Lalu bagaimana perusahaan ini memperoleh pendapatan?
Sederhana saja, kata Koum. Bikin platform dan pendapatan akan mengikuti.
"Kami menantikan dunia dengan miliaran ponsel," kata Koum. "Dan ketika itu terjadi akan sangat mudah untuk mencari uang. Tetapi banyak orang yang perlu ikut revolusi ponsel cerdas dan lebih banyak orang lagi yang perlu membeli barang-barang di ponsel mereka."
Untuk saat ini, Koum masih memegang teguh filosofi perusahaannya yang anti-iklan.
"Kami punya manifesto menentang iklan," kata Koum. "Kami bangga akan itu. Siapa yang suka iklan? Kita terlalu banyak digempur oleh iklan dalam keseharian kita dan merasa bahwa ponsel pintar bukan tempat untuk itu. Ponsel kita sangat terhubung secara dekat dengan kita, dengan hidup kita. Menaruh iklan di perangkat adalah ide buruk. Anda tak ingin terganggu oleh iklan ketika sedang chatting dengan orang yang Anda sayangi."
Bagaimana dengan Anda? apakah Anda pengguna WhatsApp atau aplikasi chatting lain?
