ما حكم إضافة الأولاد في قائمة الأصدقاء أو الموافقة عليهم في موقع
الفيس بوك ؟؟جزاكم الله خيرا
Pertanyaan, “Apa hukum meng-add anak-anak dalam daftar pertemanan atau menyetujui permintaan pertemanan di FB?”
الجواب :
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
وجزاك الله خيرا .
وجزاك الله خيرا .
لعل المقصود إضافة الفتاة للشباب في قائمة الأصدقاء .
إذا كان ذلك هو المقصود ؛ فلا يجوز ؛ لأن الحيّ لا تُؤمَن عليه الفتنة ، ولِشدّة افتتان الرجال بالنساء والعكس : جاء التحذير مِن فتنة النساء .
إذا كان ذلك هو المقصود ؛ فلا يجوز ؛ لأن الحيّ لا تُؤمَن عليه الفتنة ، ولِشدّة افتتان الرجال بالنساء والعكس : جاء التحذير مِن فتنة النساء .
Jawaban:
Boleh jadi yang dimaksudkan dalam pertanyaan adalah meng-add lawan jenis dalam daftar pertemanan FB. Jika demikian yang dimaksudkan maka hukumnya adalah tidak boleh [baca: haram] karena selama orang itu masih hidup maka dia tidak bisa dipastikan selamat dari godaan karena demikian hebatnya godaan lawan jenis maka terdapat peringatan keras mengenai bahwa godaan wanita.
قال ابن عباس رضي الله عنهما : [خُلِق الرَّجُل مِن الأرض فَجُعِلَتْ نِهْمَته في الأرض ، وخُلِقَتْ المرأة مِن الرَّجُل ، فَجُعِلَتْ نِهْمَتها في الرَّجُل ، فاحبسوا نساءكم]،
أي : عن الرجال .
Ibnu Abbas mengatakan, “Laki-laki itu tercipta dari tanah maka dia sangat bernafsu terhadap tanah. Sedangkan wanita [baca: Hawa] itu tercipta dari laki-laki [baca: Adam] maka dia sangat bernafsu dengan laki-laki. Oleh karena itu cegahlah wanita untuk berhubungan dengan laki-laki”.
ولا أحد يُنكِر مَيل الرجل إلى المرأة ، ومَيل المرأة إلى الرجل .
والشيطان يجري من ابن آدم مجرى الدم . كما أخبر من لا ينطق عن الهوى
والشيطان يجري من ابن آدم مجرى الدم . كما أخبر من لا ينطق عن الهوى
وصفحات ” الفيس بوك ” غير مأمونة ..
Tidak ada satu pun orang yang mengingkari bahwa laki-laki itu cenderung kepada wanita dan sebaliknya. Sedangkan setan itu berjalan di dalam tubuh manusia di pembuluh darahnya sebagaimana yang disampaikan oleh Nabi. FB adalah media yang tidak aman dari godaan”.
والله تعالى أعلم .
المجيب الشيخ / عبد الرحمن بن عبد الله السحيم
عضو مكتب الدعوة والإرشاد
عضو مكتب الدعوة والإرشاد
Fatwa di atas disampaikan oleh Syaikh Abdurrahman bin Abdullah as Suhaim.
Sumber:
http://www.kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?p=186405#post186405
