Ketika salah seorang di antara kita
lahir ke dunia, iapun belajar apa yang ada di sekelilingnya. Setelah itu ia
mulai mengenal jalan-jalan disekitarnya dan masuk pada sebuah sekolah.
Pengetahuannya semakin luas dan pengalamannya-pun semakin banyak.
Begitulah keadaan kita ketika lahir
ke dunia, seperti seorang yang berada di ruang besar yang gelap, yang ruangan
itu dipenuhi oleh berbagai bentuk dan bermacam-macam benda yang ia tidak
ketahui karena ia tidak melihatnya.
Seperti itulah kita lahir ke dunia
ini, kita tidak mengerti apa-apa, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah Taala
:
وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ
أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا
"
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui
sesuatupun ". (An-Nahl: 78)
Ia
memiliki seribu pertannyaan tentang ruang dan isi ruangan yang ia berada di
dalamnya, pertanyaan-pertanyaan yang ia belum memilki jawabannya.
Karena
ia telah hidup di dalam ruangan itu, ia mulai mempelajari hal-hal sederhana
yang ada padanya, lalu ia mulai mencoba mengenal bentuk-bentuk dan mencoba
mengunakan benda-benda.
Ia
tidak sendiri dalam ruangan itu, banyak teman yang menemaninya. Karena
kegiatannya mengunakan benda-benda yang ada bersamanya, serta pergaulan
dan hidup bersama teman-temannya, terungkap baginya banyak hal tersembunyi dan
ia mengenal banyak yang tidak ia ketahui sebelumnya.
Namun,
walaupun ia telah hidup dalam waktu yang lama di dalam ruangan itu; ternyata
masih banyak pertanyaan yang belum ia ketahui jawabannya.
Wahai
putra putriku…!
Di
dalam kehidupan ini, kita berusaha untuk mengenal diri kita dan mengenal orang
di sekitar kita. Kita belajar memahami aturan-aturan dan hukum-hukum
kauniyah di alam semesta. Kita belajar tentang apa kewajiban kita pada
kehidupan ini, dan bagaimana kita mengahadapi tantangan-tantangan yang ada
padanya.
Akan tetapi pada akhirnya, kita
meninggalkan dunia ini dan masih banyak hal-hal yang belum jelas bagi kita dan
pertanyaan-pertanyaan yang kita bingung bagaimana cara menjawabnya. Karena
keadaan kita adalah sebagaimana yang difirmankan oleh Allah Taala :
وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ
إِلَّا قَلِيلًا
"
Tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit ". (Al-Isra: 85)
Wahai
anak-anakku…!
Apa
arti semua ini bagi kita ?
Arti
semua ini bagi kita adalah :
1.
Seorang manusia tidak mengetahui
sesuatu kecuali sesuatu yang ia pelajari.
2.
Hendaklah kita menjadi orang yang
tawadhu' (tidak menyombongkan diri), sungguh sangat baik kalau ketawadhu'an
kita sesuai dengan keadaan dan kebodohan kita.
3.
Nilai kita adalah sesuai dengan ilmu
yang kita miliki dan ketrampilan yang kita kuasai. Semakin banyak yang kita
ketahui dan bisa kita lakukan, semakin tinggilah nilai diri kita dan semakin
mudah kita mencapai tujuan yang kita inginkan.
4.
Awalnya kita tidak mengetahui
sesuatu, dan pengetahuan kita tidak meliputi seluruh aspek permasalahan. Oleh
karena itu, janganlah kita menghukumi suatu perkara sampai benar-benar jelas di
hadapan kita.
5.
Pengetahuan kita terhadap sesuatu
terkadang hanya dari sisi tertentu dan terkadang hanya kulitnya saja; oleh
karena itu perlu penelitian mendalam untuk memahaminya dan betul-betul
mengenalnya. Dan itu dapat kita lakukan apabila kita memiliki akal yang terbuka
untuk belajar dan jiwa yang haus akan ilmu pengetahuan.
(Ila Abna'i wabanati
(Wahai Putra Putriku), Prof. DR. Abdul Karim Bakkar, hal 9-10. Diterjemahankan
secara bebas oleh Sanusin Muhammad)
