Adalah Sulaiman al-adzani[1] seorang penganut an-nushairiyah, bahkan termasuk keturunan pemuka kelompok tersebut, namun karena terpengaruh ajakan seorang misionaris dari Amerika ia pun menjadi seorang nasrani/kristen. Ia mencoba untuk mengungkap aqidah an-nushairiyah. Ia datang ke kota Latakia (salah satu kota di Suriah) dan menulis kitabnya yang ‘berbahaya’ “al-Bakurah as-Sulaimaniyah”[2] disana.
Dalam kitab tersebut, ia menyingkap aqidah an-nushairiyah yang selama ini tersembunyi dan dirahasiakan. Kitab ini dicetak oleh para misionaris Amerika di Beirut tahun 1863. Setelah beberapa periode sejak Sulaiman bermukim di Latakia -dan ia dalam keadaan beragama nasrani- , para kerabatnya-pun menulis surat padanya dan berharap agar ia kembali kepada mereka, dengan segala ajakan dan rayuan penuh kasih sayang dan kerinduan Sulaiman-pun kembali ke negeri asalnya dan bertemu dengan kerabatnya sesama penganut an-nushairiyah. Dan disanalah tragedi terjadi, mereka membunuh Sulaiman dengan pembunuhan yang sadis, mereka membakarnya hidup-hidup di lapangan terbuka.
[diterjemahkan dengan beberapa penyesuaian dan tambahan dari kitab "Mujmal Aqaid as-Syi'ah fi Mizan Ahlissunnah wal Jama'ah" hal. 229, karya syaikh Mamduh al-Harbi]
Nah...jika ini yang mereka lakukan terhadap sesama mereka, maka tidak mengherankan jika kaum muslimin dibantai habis-habisan di Suriah.
Ya Allah....laknatlah mereka di dunia dan di akhirat
[1] Ia dilahirkan pada tahun 1250 H di kota Antiokhia, Turki
[2]Kitab ini dapat diunduh di http://upload.wikimedia.org/wikisource/ar/2/23/%D8%A7%D9%84%D8%A8%D8%A7%D9%83%D9%88%D8%B1%D8%A9_%D8%A7%D9%84%D8%B3%D9%84%D9%8A%D9%85%D8%A7%D9%86%D9%8A%D8%A9.pdf
sumber: http://www.facebook.com/notes/fachry-permana/upaya-syiah-an-nushairiyah-dalam-menjaga-kerahasiaan-aqidah-mereka/10150691253366684
