Sabtu, 17 Maret 2012

TERTAWA DI AKHIR, TERLAMA


Nasib hidup di dunia ini selalu berganti-ganti, tidak bisa enak atau pahit terus-terusan sampai mati, tapi ada manisnya dan ada pahitnya. Bahkan ada ‘sepet’nya juga seperti nulis kaya gini ini di’malingi’, entahlah awalnya seneng bisa berkarya istimewa tapi nangis karena dicomot-comot orang seenaknya………….(emang kebetulan susah)




Terus apa yang dimaksud oleh judul di atas? Penasaran?
Biar tambah penasarannya, enaknya cerita dulu biar lebih rileks. Cuman nanti jangan marah dulu kalo ceritanya Cuma gitu tok, karena kita cuma cerita Nabi Nuh yang sudah diketahui banyak orang.

Singkatnya, ketika Allah memerintahkan Nabi Nuh membuat bahtera (kapal aja lah) yang akan digunakan perlindungan ketika Allah menurunkan Adzab-Nya kepada para pengingkar Nabi Nuh. Eh bukannya bertaubat, malah mereka semakin lancang
mencemooh beliau, mengolok-olok bahkan ada yang menganggap beliau sudah gila lantaran membuat kapal di daratan yang jauh dari perairan.
Beliau hanya diam menyikapi mereka. Hingga tiba saatnya adzab turun, air datang dari segala penjuru memenuhi seluruh permukaan bumi. Semua makhluk bernyawa binasa kecuali yang bersama beliau menaiki kapal.
Saat itulah beliau membalas penertawaan kaum beliau yang dahulu. Nah, inilah yang saya maksud, orang yang tertawa di akhirlah yang paling terlama tertawanya.


38. dan mulailah Nuh membuat bahtera. dan Setiap kali pemimpin kaumnya berjalan meliwati Nuh, mereka mengejeknya. berkatalah Nuh: "Jika kamu mengejek Kami, Maka Sesungguhnya Kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami).
39. kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya dan yang akan ditimpa azab yang kekal."

Seperti ini juga banyak kita jumpai dalam kehudipan sehari-hari. Contoh gampangannya, tidak banyak tahu di antara kita ternyata orang yang selalu diejek dan ditertawakan justru akhirnya malah yang paling berbahagi, sehingga pas ada kesempatan untuk “NYEMESH” orang yang dahulu menertawakan sekarang gilirannya dia tertawakan, bahkan rasanya sakiiiiiiiiiiiiiiiiiiit.
Contoh lain, di antara kita ada yang seriusnya bukan main saat belajar dan sungguh-sungguh sampe’-sampe’ kadang-kadang diejek sama yang lain sok rajinlah, sok pandailah, dst. Kalau dia teruskan sikapnya tanpa menggubris ulah mereka, walaupun terkadang sedikit menyakitkan juga.
Finalnya, pas ujian (kalau istilah jawanya ya imtihan) kok dia dapat nilai terbaik atau prestasi tertinggi, jangan disalahkan kalau dia balas menertawakan orang-orang yang pernah mengejeknya.
Sudah kalah ditertawai lagi. Panaaaaaaaaaaaaaaaaaas….
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
;